Sugeng Rawuh
image

PEPADI JATENG


Hambangun budi pakarti tumrap jagad pewayangan
Unduhan
Pengunjung

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KONGRES PEWAYANGAN II, TAHUN 2013

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

KONGRES PEWAYANGAN II, TAHUN 2013

 

Kongres Pewayangan II yang berlangsung di Yogyakarta tanggal 22–24 Agustus 2013, dengan di hadiri 100–an peserta dari utusan Pemerintah Provinsi di Indonesia, Para Seniman dan Budayawan Pewayangan.

Setelah mendengarkan saran masukan dari para narasumber dan pemikiran peserta kongres, menghasilkan Kesimpulan dan Rekomendasi, sebagai berikut:


Kesimpulan

Pelestarian :

 

 1. Perlindungan

a.  Muncul problematik dan kegelisahan paradoksal yang pada satu sisi mengkhawatirkan terdistorsinya Pakem Pedalangan, namun pada sisi lain terungkap adanya jarak budaya antara generasi muda dengan budaya wayang beserta seluruh elemen (rupa/bentuk, bahasa, garap cerita, garap pakeliran, musik / gamelan).

b.   Wayang sebagai pusaka budaya. Dibutuhkan regulasi untuk mencegah  wayang sebelum jaman kemerdekaan lolos ke luar negeri melalui regulasi.

c.   Perlindungan negara atas wayang melalui: regulasi, politik budaya, dan politik anggaran

 

 

 2. Pengembangan

a.  Kurangnya budaya riset yang menyediakan data memadai bagi pemangku kepentingan wayang dalam menjawab berbagai persoalan terkait jagad pewayangan.

b.  Terjadinya disparitas yang cukup lebar baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dalam gelar budaya pewayangan antar komunitas satu dengan yang lain, atau pun antara daerah satu dengan yang lain akibat belum terbangunnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan industri dalam menghadirkan wayang sebagai media penguat karakter dan identitas bangsa.

c.  Belum terstrukturnya pengembangan jejaring pelestarian dan pendidikan wayang yang melibatkan pemangku kepentingan wayang.

 

 

 

 3. Pemanfaatan

a.  Dengan potensinya yang sangat lengkap dan kaya, wayang  belum dimanfaatkan secara optimal dan terstruktur sebagai sumber nilai kearifan lokal yang sangat strategis untuk membangun karakter bangsa melalui kurikulum pendidikan nasional.

b.  Wayang sebagai wahana untuk memperkokoh identitas keistimewaan Yogyakarta belum terumuskan secara memadai sebagaimana terlihat pada belum adanya regulasi dan politik anggaran yang kuat yang mendukung pembudayaan dan pelembagaan wayang sebagai warisan budaya dan sumberdaya budaya.

 

Pendidikan :

1.  Sistem Pendidikan :

a.  Budaya wayang masih terantuk pada berbagai pendangkalan baik dari sisi muatan nilai maupun  bentuk penyajian karena masih terjebak pada penyembahan selera massa (hiburan, tontonan) semata yang mengorbankan kandungan nilai-nilai pencarian jati diri manusia melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal. 

b.   Wayang belum menghadirkan persenyawaan antara tontonan (entertainment), tuntunan (internalisasi nilai), dan tatanan (membangun tatanan sosial yang ideal).

 2. Metode :

Budaya wayang cenderung berjarak dan berprasangka negatif dengan perkembangan teknologi informatika dan komunikasi mutakhir.

3.  Pelembagaan :

Tidak jelas dan konsistennya komitmen serta dukungan untuk penyelenggaraan Kongres Pewayangan oleh beberapa Pemerintah Provinsi yang semula me-nyatakan berkomitmen untuk menyelenggarakan Kongres Pewayangan secara periodik dan berpindah lokasi .

 

Rekomendasi

  1. Diperlukan kebijakan publik untuk memberdayakan dan memberi ruang aktualisasi bagi wayang dan elemen-elemen budaya pendukungnya.
  2. Perlu peningkatan riset pewayangan untuk dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan pemerintah.
  3. Diperlukan Wayang sebagai sarana internalisasi nilai budaya bangsa yang terstruktur dan implementatif dalam sistem pendidikan nasional.
  4. Menetapkan Penyelenggaraan Kongres Pewayangan secara berkala setiap 3 tahun sekali dengan tempat penyelenggaraan sesuai keputusan kongres, yang pembiayaannya dibebankan kepada APBD, APBN, dan sumber – sumber lain yang tidak mengikat. Untuk mendukung Kongres perlu diselenggarakan seminar, workshop, pameran,festival, dll. 
  5. Perlu dibentuk Badan Pekerja dimasing – masing Provinsi yang bertugas menindak - lanjuti hasil keputusan Kongres Pewayangan
  6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas gelar budaya pewayangan (pemen - tasan, pameran, kompetisi, pendidikan/latihan, seminar, lokakarya) di masing – masing P rovinsi se Indonesia
  7. Memperluas jaringan kerjasama dalam rangka pelestarian dan pendidikan wayang dengan berbagai pihak, baik dilingkungan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan industri serta organisasiorganisasi pewayangan.
  8. Terkait dengan upaya memasukkan wayang dalam sistem pendidikan nasional, perlu dibangun sinergi antara tradisi budaya wayang dengan perkembangan teknologi informatika dan komunikasi (TIK), yang men - dekatkan wayang kepada publik, khususnya generasi muda. Dalam konteks ini wayang  mampu menunggangi modernitas dan globalisasi.
  9. Mendukung diusulkannya tanggal 7 Nopember untuk ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional.

 

Tim Perumus :

Ketua : GBPH Yudaningrat, MM

Sekretaris : Drs. Nursatwika

Anggota : Dr. Ida Rochadi

Anggota :Dra. Sri HartiWidyastuti, M.Hum.

Anggota : Prof. Dr. KasidiHadiprayitno

 

 

 

Wed, 8 Jan 2014 @13:13

Copyright © 2018 Pepadi Jateng · All Rights Reserved