Sugeng Rawuh
image

PEPADI JATENG


Hambangun budi pakarti tumrap jagad pewayangan
Unduhan
Pengunjung

PROGRAM KERJA
PEPADI PROVINSI JAWA TENGAH MASA BAKTI 2013 – 2018
HASIL MUSDA PEPADI PROVINSI JAWA TENGAH
TANGAL 29 – 30 SEPTEMBER 2013

A. PENDAHULUAN
Kesenian merupakan landasan hidup manusia dimanapun dan pada kesempatan apa pun. Kesenian pada hakikatnya mencerminkan ungkapan kehidupan suatu bangsa dan sangat berperan dalam memperkuat kepribadian, dan ketahanan nasional. Oleh karena itu kesenian perlu dilindungi, dilestarikan, dibina dan dikembangkan.

Seni pedalangan sebagai salah satu aspek kesenian, mencakup bidang seni rupa, sastra, drama, karawitan dan tari adalah warisan luhur bangsa Indonesia yang adi luhung bernilai simbolis, mistis, filosofis, religius dan pa e dagogis. Mengingat ke-adiluhungan tersebut, maka UNESCO – sebuah lembaga budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengakuinya sebagai budaya internasional. Pada tanggal 7 Mei 200 3 telah berlangsung upacara penyerahan penghargaan terhadap “Wayang Indonesia Sebagai Karya Agung Budaya Dunia”. Pengakuan dan penghargaan ini memiliki dampak positif bagi citra bangsa Indonesia di mata dunia. Suatu prestasi budaya yang luar biasa sekaligus tantangan, untuk melindungi, melestarikan, membina, dan mengembangkannya.

Unsur budi pekerti pada seni pedalangan menarik untuk dipelajari sebagai acuan kepada tujuan pendidikan nasional yang antara lain untuk mencetak manusia berbudi pekerti luhur. Disamping itu juga karena makin menipisnya rasa cinta para generasi penerus terhadap budaya bangsa, khususnya seni pedalangan , dengan makin pesatnya pengaruh budaya asing . Dengan demikian diharapkan para generasi penerus dapat lebih berperan aktif untuk ikut memelihara dan mengembangkan seni pedalangan sebagai hasil karya budaya bangsa.

B. VISI
Seni pedalangan sebagai salah satu pilar budaya bangsa, yang dapat dijadikan sebagai wacana dan wahana budaya untuk mempertinggi harkat dan martabat manusia.

C. MISI
Untuk mewujudkan Visi tersebut secara bertahap dan berkesinambungan  perlu diru- muskan Misi sebagai berikut:

  1. Memberdayakan seni pedalangan dan pewayangan sebagai sarana pendidikan masyarakat untuk membangun watak dan budi pekerti luhur, sesuai dengan prasetya berkepribadian di bidang kebudayaan;
  2. Meningkatkan kualitas dan seniman pedalangan dan pewayangan   agar tumbuh dan berkembang sebagai seniman profesional;
  3. Meningkatkan mutu seni pedalangan dan pewayangan agar tetap eksis dan tanggap menghadapi tantangan jaman diera global;
  4. Meningkatkan apresiasi masyarakat utamanya generasi muda terhadap seni pedalangan dan pewayangan;
  5. Meningkatkan kualitas organisasi, manajemen dan kepemimpinan Persatuan Pedalangan Indonesia;
  6. Mengembangkan sinergitas organisasi dengan Satuan Kerja Pemerintah Daerah, lembaga-lembaga, sanggar-sanggar dan se mua pemangku kepentingan di bidang ke budaya an , utamanya yang berkaitan dengan seni pedalangan dan pewayangan ;

D. PANCA DARMA DALANG
Dalam mewujudkan Visi dan melaksanakan kegiatan dalam uraian Misi dimaksud, Dalang menempati posisi strategisdan perlu bertumpu padaPanca Darma Dalang, sebagai berikut:

  1. Dalang Indonesia adalah warga negara Indonesia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan senantiasa taat dan setia kepada Pancasila dan UUD 1945;
  2. Dalang Indonesia adalah seniman yang berbudi luhur dan berusaha meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan kemampuan keseni-manannya;
  3. Dalang Indonesia bertekad mewujudkan karya seni pedalangan yang adiluhung sesuai dengan klaidah-kaidah pedalangan yang ada serta tanggap terhadap perkembangan dan kemajuan jaman;
  4. Dalang Indonesia adalah seniman yang mengutamakan karya seni pedalangan yang mampu mengangkat harkat dan martabat manusia;
  5. Dalang Indonesia adalah seniman yang melestarikan, mengembangkan dan mengagungkan seni pedalangan sebagai unsur Kebudayaan Nasional sesuai dengan kepribadian bangsa.

E. PROGRAM KERJA
Program Kerja ini disusun secara garis besar sebagai penuntun kegiatan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) yang dijabarkan dalam  langkah-langkah kegiatan secara terinci sesuai bidang-bidang sebagai berikut:

  1. Bidang Organisasi
    Program Kerja di bidang organisasi berorientasi pada  upaya untuk mewujudkan tertib administrasi dan  peningkatan kualitas manajemen organisasi. Program kegiatan yang akan dilakukan adalah meliputi:
    • Menindak-lanjuti Keputusan dan Rekomendasi Kongres Pewayangan ke II Tahun 2013 secara bertahap;
    • Mengadakan Rapat Pengurus Harian minimal 2 (dua) bulan sekali;
    • Mengadakan Rapat Pleno  minimal 1 ( satu ) kali setahun;
    • Mengadakan Rapat Kerja sekali selama setahun;
    • Melakukan Kunjungan ke PEPADI Kabupaten/Kota;
    • Melakukan registrasi keanggotaan dan penerbitan Kartu Tanda Anggota PEPADI (program lanjutan);
    • Meningkatkan peran PEPADI Provinsi Jawa Tengah dengan membangun laman (website) sebagai sumber informasi pedalangan dan pewayangan
  2. Bidang Pendidikan dan Pelatihan
    • Mengadakan sarasehan Dalang secara teratur;
    • Menyelenggara kan atau mengisi siaran budaya melalui radio;
    • Mengusahakan siaran melalui media elektronika;
    • Menyelenggarakan pelatihan atau kursus-kursus dalang, pengrawit dan swarawati (waranggana);
    • Memberdayakan sanggar-sanggar seni pedalangan;
    • Merintis dan melakukan sosialisasi seni pewayangan dan pedalangan masuk sekolah dan kalangan generasi muda.
  3. Bidang Pergelaran
    • Mengadakan pergelaran wayang secara teratur ;
    • Mengadakan pentas wayang di Kabupaten/Kota;
    • Menyelenggarakan Temu Dalang Bocah secara teratur;
    • Mengadakan pentas wayang di sekolah untuk apresiasi peserta didik ;
    • Mengikuti festival dalang di tingkat nasional, dan menyelenggarakan festival dalang dan swarawati di tingkat Provinsi.
  4. Bidang Kesejahteraan
    • Menyusun direktori sanggar–sanggar seni pedalangan;
    • Mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan penghargaan kepada se-niman/seniwati atau anggota yang berprestasi terhadap pengembangan seni pewayangan dan pedalangan;
    • Melakukan kerjasama dengan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Perguruan Tinggi, Lembaga, Paguyuban, Sanggar-sanggar dan pemangku kepentingan di bidang seni dan budaya;
    • Menggali sumber-sumber pendanaan yang tidak mengikat dari pihak lain.

F.  REKOMENDASI

  1. Mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar menyelenggarakan pentas wayang secara teratur;
  2. Mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar setiap pergelaran wa-yang  yang  dilaksanakan  melibatkan  PEPADI  Kabupaten/Kota;
  3. Mengharap kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota agar menyediakan ang-garan melalui APBD untuk mendukung kegiatan PEPADI;
  4. Mengharap kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menyediakan fasilitas pergelaran wayang, antara lain gamelan dan sarana lainnya;
  5. Mengingat semakin menipisnya rasa cinta di kalangan siswa/generasi muda terhadap wayang, memohon kepada pemerintah Kabupaten/Kota agar di setiap sekolah memasang gambar tokoh wayang.

G. KEPENGURUSAN  PEPADI

Keberhasilan mewujudkan Visi dan Misi P EPADI sangat ditentukan oleh kinerja kepengurusan, dukungan, dan peran serta masyarakat. Faktor manajemen dan kepe-mimpinan dalam tubuh organisasi merupakan faktor kunci ; antara lain dengan me-ngembangkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

Pertama , prinsip persatuan, kesatuan, dan kebersamaan dalam mengelola organisasi PEPADI;

Kedua , prinsip ‘silih asah, silih asih‘, prinsip ‘ana rembug dirembug’ dan  prinsip ‘musyawarah untuk mufakat’ , perlu dijadikan pegangan/landasan  dalam memecah-kan setiap permasalahan yang ada;

Ketiga , prinsip  transparansi  atau  keterbukaan  dalam  mengelola organisasi.
Dalam mewujudkan sinergitas untuk meningkatkan kinerja organisasi, faktor komposisi dan susunan kepengurusan merupakan faktor kunci yang perlu diwujudkan. Ke depan, komposisi kepengurusan PEPADI perlu merangkum  Sumber daya Manusia (SDM), yang terdiri dari :

  1. Pejabat Pemerintah atau mantan pejabat Pemerintah yang memiliki/ mengetahui akses dengan Pemerintah Pusat/Provinsi/ Kabupaten/Kota;
  2. Seniman Dalang yang tidak hanya mem aham i seni pewayangan, tetapi juga menguasai mekanisme organisasi dan manajamen;
  3. Pakar budaya khususnya pewayangan dari Universitas/Perguruan Tinggi;
  4. Unsur lembaga/institusi, dan paguyuban/paheman yang bergerak dalam upaya melestarikan dan mengembangkan  seni budaya;
  5. Unsur wanita dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender.

Selain susunan dan komposisi kepengurusan sebagaimana diatas, diperlukan  kompe-tensi, pengalaman, dan pemahaman tentang seni pewayangan, serta   pentingnya men-jalin komunikasi sosial dalam mengelola dan meningkatkan kinerja organisasi PEPADI.

Selanjutnya berdasarkan Keputusan MUSDA PEPADI Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 28 – 29 September 2013, telah diterbitkan Keputusan Ketua  Umum  PEPADI  Pusat  Nomor:  011/SK/DPP/PEPADI/2013  Tentang  Pengesahan Pengurus  PEPADI   Provinsi Jawa Tengah  Masa Bakti  2013 – 2018.

H. PENUTUP
Demikian Program Kerja PEPADI Provinsi Jawa Tengah ini, sebagai acuan dasar untuk mewujudkan Visi dan Misi PEPADI  untuk  Masa  Bakti  2013 - 2018 .

Efektivitas pelaksanaan program ini sangat ditentukan oleh ketersediaan anggaran, tertib administrasi, kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta dukungan para pemangku kepentingan (stake holders) dan seluruh elemen masyarakat pewayangan.

Ungaran, 29 -30 September 2013

Wed, 19 Feb 2014 @13:56


1 Komentar
image

Sat, 21 Jun 2014 @09:03

Suryodianto

Mendukung tercapainya visi dan missi PEPADI Jawa Tengah.
Salam budaya dari Sanggar Cabe Rawit Unggul Berbudaya dan dalang cilik Wikllty Set4iabudi Purbalingga


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+8+4

Copyright © 2018 Pepadi Jateng · All Rights Reserved