Sugeng Rawuh
image

PEPADI JATENG


Hambangun budi pakarti tumrap jagad pewayangan
Unduhan
Pengunjung

Peralihan Kepengurusan Sena Wangi

Tak terasa 12 tahun sudah Bapak Solichin memimpin kepengurusan Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (SENA WANGI). Berbagai terobosan telah dilakukan Pak Solichin semenjak menjabat tahun 1999 lalu. Jelas banyak sekali tantangan yang beliau hadapi. Mulai dari persoalan internal sampai tantangan eksternal seperti semakin rendahnya minat masyarakat terhadap Wayang, sebuah budaya Adiluhung yang asli peninggalan leluhur. 

Solichin menghimbau, hendaknya rencana jangka panjang SENA WANGI sebagai grand strategy yang juga disertai road map lima tahunan agar dilaksanakan dengan baik demi melanjutkan cita-cita organisasi. "Besar harapan saya pengurus ke depan dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya." Situasi global yang banyak dilanda ketidak pastian ini bisa dimaknai sebagai 'goro-goro' oleh karena itu kita harus tetap waspada. Wayang harus menjadi nilai yang dipertahankan agar mampu mengambil posisi dan peran strategis terutama dalam pembangunan karakter masyarakat dalam masa-masa seperti sekarang ini. Filsafat adalah kunci pembangunan karakter. Itu mengapa filsafat Wayang harus dipertahankan. "Besar harapan kami perjuangan ini tetap dilanjutkan dan semoga Pak Parmin sukses dalam menjalankan organisasi beserta visi-misinya ke depan," demikian Pak Solichin dalam sambutannya.

Setelahnya, giliran Pak Suparmin sebagai ketua SENA WANGI terpilih yang memberikan pidatonya. Kepada seluruh hadirin yang hadir dalam kongres tersebut, Parmin meminta agar seluruh anggota meningkatkan kualitas maupun kuantitas SENA WANGI sebagai organisasi. Hendaknya terjadi sinergi dan kordinasi yg baik antara organisasi mitra SENA WANGI dalam menjalankan roda organisasi ke depan dan untuk menjaga kelestarian wayang sebagai budaya Adiluhung yang telah menjadi tanggungjawab kita bersama. 

Setelah penyerahan jabatan ketua umum secara resmi, Gogon dan Ciblek menyajikan kesegaran di tengah acara. Dengan logat khas Purwokerto, Ciblek harus meladeni beberapa pertanyaan Gogon yang jebolan srimulat soal Wayang. Alhasil, penonton pun beberapa kali terpingkal karena jawaban ciblek yang sangat polos dan kadang tidak nyambung dengan alur cerita/lakon Wayang. Karena beberapa kali ditanya tidak bisa menjawab dan diterangkan secara jelas oleh Gogon, Ciblek pun mengusulkan agar Gogon menjadi ketua sena wangi. Kontan saja gogon terdiam sesaat. Suguhan tersebut membuat suasana forum jadi lebih cair namun tetap fokus pada agenda melestarikan Wayang sebagai budaya adiluhung. 

 

Fri, 16 Dec 2011 @16:15


2 Komentar
image

Fri, 31 Aug 2012 @10:41

agus suryo pepadi batang

perlunya perhatian terhadap dalang-dalang lokal yang tidak dapat kesempatan naik panggung pakeliran pentas, semangat nguri-nguri budaya wayang terus menyala..tapi apa daya tidak memiliki akses lagi, ini berbahaya karena dapat menjadi cermin ..bagi generasi anak-anak..agar jangan memilih profesi dalang maupun sejenisnya, yang akhirnya anak-anak tidak menyukai seni pewayangan..,

image

Sat, 21 Jun 2014 @09:12

Suryodianto

Perkembangan pedalangan di Purbalingga mengalami stagnasi setelah tiga dalang cilik memasuki remaja. Mereka adalah Willy Setiabudi ( Prestasi Mengitkui FDB 2012, Juara terbaik II Lomba dalang Anak Banjarnegara, Suluk Terbaik Festival Dalang Remaja Purbalingga, 40 x pentas ), Hafara Zulfikar ( Antawacana Terbaik Festival Dalang Remaja Pbg,) dan Eizki F ( Juara III Lomba Dalang anak Banjarnegara, Terbaiki dodogan Festival dalan g Remaja Pbg ). Perlu perhatian yang lebih dari pihak yang berkompeten untuk perkembangan ke depan.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Pepadi Jateng · All Rights Reserved