Sugeng Rawuh
image

PEPADI JATENG


Hambangun budi pakarti tumrap jagad pewayangan
Unduhan
Pengunjung

Wayang Tak Lagi Jadi Tuntunan

Wayang Tak Lagi Jadi Tuntunan

Semarang, CyberNews. Pelaku dan pemerhati budaya sama-sama memprihatinkan bentuk pagelaran wayang akhir-akhir ini. Menurut mereka, pentas wayang kulit sering meninggalkan tuntunan dan lebih menjadi tontonan. Hal itu diungkap pada dialog antargenerasi dengan tema Pagelaran Wayang Kulit sebagai Media Pendidikan Karakter di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang Kamis (17/11).

"Kualitas pertunjukan wayang atau pakeliran sangat bergantung pada komitmen dalang dan kerabat kerjanya. Di masa lalu, wayang selalu tersaji secara seimbang antara nilai devosional, etika, estetika, dan hiburan. Tapi hal itu tak terjadi kini," ujar Ketua III Pepadi Jateng Bambang Murtiyoso.

Pada acara yang digelar oleh YPLP Perguruan Tinggi PGRI Semarang dan Teater Lingkar itu, Bambang juga mengatakan jika pertunjukan wayang cukup luwes, sehingga bisa dipakai untuk keperluan apa saja dan kapan saja.

Sementara Ketua Dewan Bahasa Jateng Sutadi yang juga menjadi pembicara pada acara tersebut menegaskan, seringnya nilai tuntunan ditinggalkan karena banyak dalang yang melupakan untuk belajar kisah atau sastra. Padahal nilai-nilai yang mesti disampaikan pada masyarakat itu ada pada karya sastra. Sementara bentuk pertunjukan sendiri merupakan tontonan.

"Pernah ada pagelaran wayang semalam suntuk yang ternyata porsi goro-goro -nya terlalu banyak dibanding alur cerita yang utama. Hal itu tentu sangat disayangkan," jelasnya.

Di tempat yang sama, budayawan Prie GS menegaskan, wayang merupakan salah satu bentuk usaha untuk menjaga etika di masyarakat. Menurutnya, upaya itu harus terus didukung. Lewat bantuan gambar yang ditampilkan di layar, dia mengisahkan beberapa negara maju yang telah melupakan etika dalam kehidupan.

Sementara Ketua YPLP PT PGRI Semarang, Dr Sudharto saat memberi sambutan mengatakan IKIP PGRI menjadi salah satu dari 52 perguruan tinggi di Indonesia yang kembangkan pendidikan karakter. Di Jateng, hanya ada tiga kampus yang mendapat kepercayaan itu termasuk IKIP PGRI Semarang. Wayang menurutnya media yang tepat sebagai alat.

(Adhitia A/CN

 

Sumber:

Suara Merdeka

Pringgitan

17 November 2011

  Dialog Antargenerasi

Mon, 30 Jul 2012 @10:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Pepadi Jateng · All Rights Reserved