Sugeng Rawuh
image

PEPADI JATENG


Hambangun budi pakarti tumrap jagad pewayangan
Unduhan
Pengunjung

Sejarah Pepadi

 

MENGENANG 35 TAHUN BERDIRINYA

ORGANISASI   SENI   PEDALANGAN GANASIDI

DI PROVINSI JA WA TENG AH

 

LATAR BELAKANG

 

GANASIDI merupakan singkatan dari “Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia” , yang berdiri di Jawa Tengah atas prakarsa Pang lima Daerah   VII Diponegoro.

Wilayah cakupannya  meliputi Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang disyahkan dengan S urat Keputusan Nomor: Kep PPD/0027/12/1969 tertanggal  7 Desember 1969.

 

Ber himpunnya para dalang se Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada tanggal 10-12 juli 1969 di Semarang d i gedung “Manggala” pada waktu itu, hari tanggal tersebut , menjadi hari jadi berdirinya GANASIDI, yaitu hari Sabtu Legi, 12 juli 1969.

 

Adapun alasan serta tujan berdirinya GANASIDI di Jateng/Di Yogyakarta bahwa dalang merupakan sosok manusia yang dianggap mampu dan dapat membeberkan kawruh/ilmu serta seni yang adi luhung dan masih mendapat simpati di hati masyarakat penggemarnya terutama di Jawa Tengah dan Di Yogyakarta melalui isi cerita boneka wayang.

 

Kepercayaan yang diberikan masyarakat melalui dunia perdalangan itu, agar para dalang tidak tercemar oleh arus politik yang menyesatkan (pada waktu itu), maka sepakat terbentuklah organisasi pedalangan yang intinya melestarikan, mengagungkan, mengembangakan, membina dan meningkatkan seni pedalangan Indonesia sebagai wahana/sarana pendidikan , pembinaan watak dan pekerti luhur atas dasar ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

 

Disamping itu berusaha meningkatkkan mutu seni dan profesi dalang, melalui s arase han, ceramah, pergelaran, pameran , l omba, dan lain sebagainya , tanpa meningalkan etika dan estetika seni pedalangan.

 

CAKUPAN WILAYAH

 

GANASIDI semula wilayahnya disamping Jawa Tengah termasuk Di Yogyakarta, ini masalahnya pemrakarsa berdirinya lembaga ini Pangdam VII Diponegoro Jateng/DIY, Sudah barang tentu kewilayahan mengikuti Kewilayahan Kodam VII DIY berdiri sendiri. Organisasi pedala n gan sejenis GANASIDI juga tumbuh di Jawa Barat dengan nama BINOJAKRAMA, Jawa Timur dengan nama PAMOR, dan Bali dengan nama BREMANA. Setelah Bapak Letjen Soerono memangku jabatan sebagai P ANGKOWILHAN Jawa - Madura.

 

Di Yogyakarta pada tanggal 14-15 April 1971 diselenggarakan Musyawarah Pedalangan se Jawa dan Madura, membentuk Organisasi Seni Pedalangan. Selanjutnya berdasarkan   K eputusan MUNAS di Y ogyakarta pada tanggal 31 juli 1975, m enggubah organisasi Pedalangan yang bersifat kedaerahan menjadi organisasi pedalangan dengan lingkup Nasional dengan nama Persatuan Pedalangan Indonesia “PEPADI” y ang berpusat di Jakarta. Semestinya organisasi pedalangan seperti GANASIDI Jawa Tengah ini, dan daerah -daerah lain nya perlu melebur menjadi PEPADI.

 

Bagi propinsi Jawa Tengah berketepatan karena bidan yang melahirkann organisasi ini sama, maka GANASIDI menggangap tertua dan paling exsis, maka pada waktu itu belum bersedia melebur menjadi PEPADI, tetapi organisasi pedalangan GANASIDI dapat menerima sebagai Komisariat Daerah (KOMDA) PEPADI sesuai AD/ART Bab I pasal 1 Jo 4. Ringkasnya Ganasidi Pro vinsi Ja wa T eng ah dengan sebutan KOMDA PEPADI Pro vinsi Ja wa T eng ah .

 

 

Sejalan dengan perjalanan organisasi pedalangan yang tumbuh didaerah tersebut, pada tahun 1969 dan tahun 1974 di Jakarta diselengarakan Pekan Wayang Indonesia, untuk itulah pada tanggal 11-12 Agustus 1975 diadakan Konggres Nasional Pewayangan Indonesia yang pertama.

Kongres tersebut menyetujui dibentuk Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia disingkat “ SENAWANGI”

Karena sifatnya S ekr e tariat N asional maka tidak membentuk cabang di daerah.

Secara kronologi berdirinya organisasi pedalangan di I ndonesia adalah sbb:

 

·         GANASIDI Jateng-DI Yogyakarta   berdiri pada tgl 12 juli 1969 ;

·         PEPADI Pusat Jakarta   berdiri   pada tanggal 14 April 1971 ;

·         SENAWANGI Jakarta   berdiri pada tanggal 11 Agust 19 75 ;

  Oleh karena itu GANASIDI merupakan cikal bakal berdirinya organisasi pedalangan di Jawa ini,   sehingga oleh dalang yang tergabung dalam Dewan Pimpinan GANASIDI   Kabupaten / Kotamad y a Se Jawa Tengah di dalam MUSDA I ke & bertempat di Hotel Kusuma Kartika Sari S urakarta sepakat tetap menggunakan GANASIDI yang independen. Sehingga mempunyai kedudukan ganda disamping GANASIDI KOMDA PEPADI Propinsi Jateng, sejak   MUSDA I   ke 7 tahun 1999.

 

Hasil MUSDA I ke 7 GANASIDI Prop Jateng disamping telah menerima dan menganalisa serta memberi catatan wigati atas pertanggung jawaban penggurus periode 1994-1999 yang diketuai oleh Ir. Sudjadi, Juga merencanakan Program Kerja untuk priode 1999-2004 serta hasil menyusun kepengurusan yang diketuai oleh Drs. KRT . H. Ichwan Dardiri Prodjodipuro (sala), dan sekretarisnya KRT Djumadi Anom Gunadi, BA.

 

Hasil MUSDA I ke 8 (10 juli 2004) bertempat di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) di srondol, Semarang, sepakat MUSDA antara lain memutuskan bahwa mulai 10 juli 2004 GANASIDI Jateng MELEBUR menjadi Komisarita Daerah Persatuan Pedalangan Indonesia (KOMDA PEPADI)

 

Hal-hal yang ada hubungan dengan AD/ART GANASIDI sebagaimana termaktub dalam   Bab VIII pasal 15 ayat 3 dilimpahkan kepada Komda PEPADI Jateng yang susunan pengurusnya : K etua (Drs. H. Sutadi) , S ekretaris (Drs. Mintorogo)

Demikian se cara se kilas perjalanan O rganisasi P edalangan di Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 1969.

 

Semarang, 10 Juli 2004

 

Panitia MUSDA I ke 8

GANASIDI/Komda PEPADI JATENG

                                                                                

 

PERJALANAN KEPENGURUSAN GANASIDI PROP. JATENG

SAMPAI PEPADI PROP. JATENG

 

Hasil Musda I ke 1 (12 juli 1969)    :        

Ketua (Soewarsono),

Sekretaris (Soegerman Atmodiharjo).


Hasil Musda I ke 2 (12 juli 1974)    :        

Ketua (H. Wardjono),

Sekretaris (M. Soedomosekti, BSc).


Hasil Musda I ke 3 (12 juli 1979)    :        

Ketua (H. Wardjono),

Sekretaris (Soepardjo, BA).


Hasil Musda I ke 4 (12 juli 1984)    :        

Ketua (H. Wardjono),

Sekretaris (Bambang Murwanto, SH).


Hasil Musda I ke 5 (12 juli 1989)    :        

Ketua (Ir. H. Sudjadi).

Sekretaris (Sumarno Syamsul).


Hasil Musda I ke 6 (12 juli 1994)    :        

Ketua (Ir. H. Sudjadi).

Sekretaris (Sumarno Syamsul).


Hasil Musda I ke 7 (10 juli 1999)    :        

Ketua (Drs. KRT H. Ichwan Dardiri Prodjodipuro),

Sekretaris (KRT Djumadi Anom Gunadi, BA).


Hasil Musda I ke 8 (12 juli 2004)    :        

Ketua (Drs H. Sutadi),

Sekretaris (Drs. Mintorogo)


Hasil Musda I ke 9 (11 Juli 2006): 

Ketua  (Drs H. Sutadi)

Sekretaris (Drs Wartejo Tejo Wibowo MM)                                         

                                                    ----------------

                                                                                

 

Sat, 10 Dec 2011 @11:08

Copyright © 2018 Pepadi Jateng · All Rights Reserved